LAUT BAGI DAN DENGAN DISABILITAS: Sebuah Tinjauan Teologi Maritim–Interseksional Dalam Konteks Ketidakadilan Ekologis Terhadap Kelompok Disabilitas di GMIT Mail’Eheng Mali

TANGAWOLA, Martha K. (2026) LAUT BAGI DAN DENGAN DISABILITAS: Sebuah Tinjauan Teologi Maritim–Interseksional Dalam Konteks Ketidakadilan Ekologis Terhadap Kelompok Disabilitas di GMIT Mail’Eheng Mali. Masters thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
Cover.pdf

Download (245kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (152kB)
[img] Text
Bab 1.pdf

Download (416kB)
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (293kB)
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (170kB)
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (368kB)
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (297kB)
[img] Text
Bibliografi (Daftar Pustaka).pdf

Download (221kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (526kB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari krisis ekologis laut yang memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat pesisir, khususnya kelompok penyandang disabilitas yang sering mengalami berbagai bentuk ketidakadilan. Dalam konteks jemaat GMIT Mail’Eheng Mali, penyandang disabilitas mengalami kerentanan berlapis akibat menurunnya akses terhadap sumber daya laut, keterbatasan fasilitas publik yang inklusif, serta minimnya keterlibatan dalam kehidupan sosial dan pelayanan gereja. Meskipun kajian mengenai teologi maritim dan disabilitas telah berkembang, masih sedikit penelitian yang menghubungkan keduanya dalam kerangka analisis yang melihat dampak krisis laut terhadap pengalaman hidup penyandang disabilitas. Maka, penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan penyandang disabilitas terhadap laut dan dampak krisisnya, menganalisis peran gereja dalam merespons kondisi tersebut, serta mengembangkan refleksi teologi maritim-interseksional yang mendukung pelayanan gereja yang inklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Dengan menggunakan teori teologis disabilitas dari Nancy Eiesland dan Amos Yong, teologi maritim dari Elia Maggang, serta teori interseksional dari Kimberlé Crenshaw dan Alena Höfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laut memiliki makna penting sebagai sumber kehidupan, ekonomi, dan identitas bagi penyandang disabilitas di Mali. Namun, krisis laut yang ditandai oleh berkurangnya hasil tangkapan ikan, perubahan iklim, dan praktik eksploitasi laut telah memperparah kerentanan mereka. Penyandang disabilitas mengalami ketidakadilan ekologis yang beririsan dengan ketidakadilan sosial, ekonomi, gender, dan struktural. Sementara itu, pelayanan gereja masih bersifat karikatif dan belum sepenuhnya melibatkan penyandang disabilitas sebagai subjek pelayanan. Oleh karena itu, teologi maritim-interseksional menjadi pendekatan yang relevan untuk memahami keterkaitan antara krisis laut dan ketidakadilan terhadap penyandang disabilitas. Sehingga menolong gereja untuk berkembang menjadi gereja maritim-interseksional yang inklusif, transformatif, berpihak pada kelompok rentan, serta aktif memperjuangkan keadilan ekologis dan sosial secara bersamaan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Gereja, Krisis Laut, Penyandang Disabilitas, Teologi Maritim-Interseksional
Subjects: Theology > Christian Theology
Theology
Divisions: Pascasarjana > Magister > Teologi
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 28 Jul 2026 03:08
Last Modified: 28 Jul 2026 03:08
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7166

Actions (login required)

View Item View Item