SABAKODI, Andreas Umbu Muka (2026) ANALISIS KUALITAS GARAM KROSOK SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN GARAM KONSUMSI DI KELOMPOK TUNAS BARU DESA BIPOLO KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
01. COVER - DAFTAR LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
02. RINGKASAN.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
03. BAB I.pdf Download (374kB) |
|
|
Text
04. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (613kB) |
|
|
Text
05. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (391kB) |
|
|
Text
06. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (683kB) |
|
|
Text
07. BAB V.pdf Download (196kB) |
|
|
Text
08. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (348kB) |
Abstract
Garam merupakan komoditas strategis yang dibutuhkan secara luas, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan industri. Produksi garam rakyat di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, masih dilakukan secara tradisional sehingga kualitas garam yang dihasilkan umumnya belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu sentra produksi garam rakyat di Kabupaten Kupang adalah Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, yang dikelola oleh Kelompok Tunas Baru dengan metode penguapan air laut secara tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi garam krosok serta menganalisis kualitasnya sebagai bahan baku pembuatan garam konsumsi berdasarkan parameter organoleptik (warna dan bau), kadar air, dan kandungan Natrium Klorida (NaCl). Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tunas Baru Desa Bipolo, dan pengujian kualitas garam krosok dilakukan di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan pengambilan sampel garam krosok dari meja kristalisasi geomembran (MKG) dan meja kristalisasi tanah (MKT). Uji organoleptik dilakukan secara visual oleh 25 panelis, analisis kadar air dan kadar NaCl dilakukan menggunakan metode Argentometri (Mohr) berdasarkan SNI 3556:2010. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar mutu garam konsumsi menurut SNI 4435: 2017. Hasil penelitian menunjukkan proses produksi garam krosok masih bersifat tradisional dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Alur proses produksi dimulai dari pengambilan air baku dari air laut, ditampung dan dialirkan pada kolam peminihan, kolam air muda, kolam air tua, dan dikristalisasi pada meja kristal geomembran (MKG) dan meja kristal tanah (MKT). Garam krosok yang dihasilkan pada MKG dan MKT berturut-turut dengan warna normal (68%) dan kecokelatan (33,33%); bau normal tidak berbau (66.67%) dan berbau (32%); kadar air (7,3%) dan (8,7%), serta kadar NaCl (82,32%) dan (79,72%). Kualitas garam krosok yang dihasilkan oleh Kelompok Tunas Baru masih belum memenuhi persyaratan mutu garam krosok untuk dijadikan garam konsumsi menurut SNI 4435-2017. Alur proses produksi garam krosok yang dihasilkan untuk dijadikan garam konsumsi harus menerapkan persyaratan standar tingkat salinitas atau kepekatan air laut, terutama pada saat pengaliran air laut dari kolam air tua harus mencapai 25°Be sebelum dialirkan ke meja kristalisasi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Garam krosok, geomembran, derajat Baume (°Be), penguapan, kristalisai |
| Subjects: | T Technology > Fishery Technology |
| Divisions: | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 03:24 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 03:24 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6925 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
