GOMANGANI, Benhur (2026) LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT SPECIES BERBEDA YANG DIBUDIDAYA DENGAN METODE JARING ANACONDA DI PERAIRAN OEBON DESA TUAPAKAS KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
2. cover (1).pdf Download (88kB) |
|
|
Text
6. RINGKASAN (1).pdf Download (161kB) |
|
|
Text
II. BAB I.pdf Download (219kB) |
|
|
Text
IV. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (484kB) |
|
|
Text
VI. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (492kB) |
|
|
Text
VIII. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (363kB) |
|
|
Text
X. BAB V (1).pdf Download (195kB) |
|
|
Text
XII. DAFTAR PUSTAKA (1).pdf Download (163kB) |
Abstract
Sektor perikanan dan kelautan memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional Indonesia, khususnya komoditas rumput laut yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki permintaan global yang terus meningkat. Indonesia merupakan salah satu produsen utama rumput laut dunia, namun sebagian besar ekspor masih berupa bahan baku dengan nilai tambah rendah. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu sentra produksi rumput laut nasional, dengan wilayah pesisir yang memiliki potensi besar untuk pengembangan budidaya, termasuk Perairan Oebon di Desa Tuapakas, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus striatum, Eucheuma denticulatum, dan Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan menggunakan metode jaring anaconda di Perairan Oebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pengamatan pertumbuhan selama 45 hari. Parameter pertumbuhan yang dianalisis meliputi pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan pertumbuhan mutlak. Selain itu, dilakukan pengukuran parameter fisika-kimia perairan seperti suhu, kecerahan, arus, salinitas, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eucheuma denticulatum memiliki performa pertumbuhan terbaik dibandingkan dua spesies lainnya. Spesies ini mencatat pertumbuhan mutlak tertinggi sebesar 451,30 gram, laju pertumbuhan spesifik rata-rata sebesar 3,48%, serta peningkatan berat yang stabil selama masa pemeliharaan. Kappaphycus striatum menempati posisi kedua dengan pertumbuhan mutlak sebesar 393,70 gram dan SGR rata-rata 3,26%. Sebaliknya, Kappaphycus alvarezii menunjukkan pertumbuhan terendah dengan pertumbuhan mutlak hanya 72,60 gram dan SGR rata-rata 1,11%, yang diduga dipengaruhi oleh stres lingkungan dan penanganan bibit yang kurang optimal. Kondisi fisika-kimia Perairan Oebon secara umum masih berada dalam kisaran layak untuk budidaya rumput laut, meskipun ditemukan fluktuasi suhu, salinitas, dan kecepatan arus yang cukup tinggi pada beberapa periode. Faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap stabilitas pertumbuhan, terutama pada spesies yang memiliki daya adaptasi rendah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Eucheuma denticulatum, Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum, Metode jaring anaconda |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions: | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumber Daya Perairan |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 28 Feb 2026 03:33 |
| Last Modified: | 28 Feb 2026 03:33 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6873 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
