RUGE LAY, Imelda Jesanti (2025) MAKNA RITUAL PEBALE RAU KATTU DO MADE(PENGEMBALIAN RAGA ORANG YANG MENINGGAL) BAGI MASYARAKAT SABU DI DESA RAENALULU KECAMATAN SABU BARAT KABUPATEN SABU RAIJUA TAHUN 2024. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
01. COVER.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
02. ABSTRAK.pdf Download (83kB) |
|
|
Text
03. BAB I.pdf Download (259kB) |
|
|
Text
04. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (311kB) |
|
|
Text
05. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (34kB) |
|
|
Text
06. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (541kB) |
|
|
Text
07. BAB V.pdf Download (163kB) |
|
|
Text
08. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (83kB) |
Abstract
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam ritual Pebale Rau Kattu Do Made bagi masyarakat di Desa Raenalulu. Dibatasi pada makna yang terkandung dalam ritual Pebale Rau Kattu Do Made dalam budaya masyarakat Sabu, di Desa Raenalulu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua tahun 2024. Responden penelitian ini adalah tokoh adat, keluarga yang meninggal, dan tokoh masyarakat di Desa Raenalulu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Teknik yang dipakai adalah wawancara langsung dengan responden untuk mendapatkan informasi, sedangkan sampel berjumlah 6. Dan yang dipilih menjadi sampel yaitu terdiri dari 1 tokoh keluaraga yang meningggal, 2 tokoh adat dan 3 tokoh masyarakat di Desa Raenalulu. Metode penulisan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan maksud untuk dapat mengetahui lebih dalam makna yang terkandug di dalam upacara pebaale rau kattu do made bagi masyarakat sabu di Desa Raenalulu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Berdasarkan analisis data dan pembahasan data maka diperoleh hasil penelitian bahwa pengertian upacara adat ritual pebale raau kattu do made adalah salah satu upacara budaya masyarakat Sabu di Desa Raenalulu ketika mengalami suatu kematian rantauan yang dilakukan di Desa Raenalulu, Kecamata Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua secara masal demi kelancaran, kemakmuran, kerukunan dan kesejatraan hidup masyarakat. Proses pelaksanaan upacara adat pebale rau kattu do made pada penganut kepercayaan jingitiu dilakukan dalam 3 tahap yaitu tahap mempersiapkan, tahap pengantaran, dan makna upacara pebale rau kattu do made tersebut. Tiap-tiap tahap dari pelaksanaan upacara adat pebale rau kattu do made memiliki makna yang sakral, karna itu harus dilaksanakan dengan sumgguh-sungguh, tulus dan penuh tanggung jawab. Selain memiliki makna juga memiliki nilai-nilai positif yang perlu di teruskan dan dipelihara dalam kehidupan sehari-hari seperti nilai persekutuan, persatuan, dan kesatuan seta gotong royong, kebersamaan dan solidaritas yang tinggi. Tujuan dan manfaat dari upacara adat pebale rau kattu do made adalah untuk saling menghargai, menghormati, mengasihi satu dengan yang lainnya, dan mempersatukan kembali arwa orang yang meninggal itu di tempat asal atau tempat kelahirannya di Sabu supaya hidup rukun dan damai sejatera.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) Theology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Ilmu Pendidikan Teologi |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 05:10 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 05:10 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6849 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
