ANALISIS PENGARUH ARUS KAS OPERASI DAN LABA BERSIH TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024)

DJUNINA, Ester (2025) ANALISIS PENGARUH ARUS KAS OPERASI DAN LABA BERSIH TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024). Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1. COVER & PENGESAHAN.pdf

Download (698kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (302kB)
[img] Text
3. BAB I.pdf

Download (431kB)
[img] Text
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (545kB)
[img] Text
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (377kB)
[img] Text
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (791kB)
[img] Text
7. BAB V.pdf

Download (299kB)
[img] Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (407kB)

Abstract

Perkembangan pasar modal di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran sektor perbankan sebagai tulang punggung sistem keuangan nasional. Perbankan berfungsi sebagai lembaga intermediasi yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit serta berbagai produk keuangan lainnya. Kinerja keuangan perbankan menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan oleh investor dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya yang tercermin melalui laporan keuangan dan pergerakan harga saham di pasar modal. Dalam konteks ini, arus kas operasi dan laba bersih sering dianggap sebagai indikator utama yang mencerminkan kesehatan keuangan, kemampuan operasional, serta profitabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh arus kas operasi dan laba bersih terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Pemilihan periode penelitian didasarkan pada dinamika ekonomi yang signifikan, mulai dari tekanan akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020 hingga fase pemulihan dan transformasi digital perbankan pada tahun-tahun berikutnya. Periode ini dinilai relevan untuk mengamati bagaimana kinerja keuangan perbankan dan respons pasar modal berkembang dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan dan perubahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria tertentu, sehingga diperoleh sebanyak 10 perusahaan perbankan sebagai sampel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan dan data harga saham yang dipublikasikan secara resmi oleh Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah arus kas operasi (X1) dan laba bersih (X2), sedangkan variabel dependen adalah harga saham (Y). Arus kas operasi digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari aktivitas operasional utama, sedangkan laba bersih mencerminkan tingkat profitabilitas perusahaan setelah memperhitungkan seluruh beban dan pajak. Harga saham digunakan sebagai indikator penilaian pasar terhadap kinerja dan prospek perusahaan. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, serta uji hipotesis yang terdiri dari uji t (parsial), uji F (simultan), dan uji koefisien determinasi (R²). Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai karakteristik data penelitian, sedangkan uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan bahwa model regresi memenuhi kriteria BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa secara umum arus kas operasi, laba bersih, dan harga saham perusahaan perbankan dalam sampel penelitian mengalami tren peningkatan selama periode 2020–2024. Hal ini mencerminkan pemulihan kinerja keuangan perbankan pasca-pandemi COVID-19 serta dampak positif dari transformasi digital dan efisiensi operasional. Namun demikian, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antar perusahaan sampel, yang menunjukkan adanya variasi skala operasional, profitabilitas, dan penilaian pasar. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan telah memenuhi asumsi normalitas, tidak terjadi multikolinearitas, dan tidak terdapat heteroskedastisitas. Namun, pengujian autokorelasi menunjukkan adanya indikasi autokorelasi dalam model, yang mengindikasikan bahwa data runtut waktu dalam penelitian ini memiliki keterkaitan antar periode pengamatan. Meskipun demikian, analisis regresi tetap dilakukan untuk melihat kecenderungan hubungan antar variabel penelitian. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara parsial arus kas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan perbankan. Hal ini dibuktikan oleh nilai signifikansi yang lebih besar dari tingkat signifikansi 5% serta nilai t hitung yang lebih kecil dari t tabel. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan arus kas operasi tidak secara langsung memengaruhi pergerakan harga saham dalam periode penelitian. Kondisi ini mengindikasikan bahwa investor perbankan tidak menjadikan arus kas operasi sebagai pertimbangan utama dalam menentukan keputusan investasi. Hasil pengujian parsial terhadap laba bersih juga menunjukkan bahwa laba bersih tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0,05 dan nilai t hitung lebih kecil dari t tabel mengindikasikan bahwa peningkatan laba bersih tidak secara otomatis direspons oleh pasar modal melalui kenaikan harga saham. Temuan ini menunjukkan bahwa informasi laba bersih dalam sektor perbankan belum tentu menjadi sinyal kuat bagi investor, terutama ketika laba tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor siklis seperti kebijakan suku bunga, kualitas kredit, dan kondisi makroekonomi. Secara simultan, hasil uji F menunjukkan bahwa arus kas operasi dan laba bersih bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hal ini diperkuat oleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,049, yang berarti bahwa kedua variabel independen hanya mampu menjelaskan sebesar 4,9% variasi perubahan harga saham. Sisanya sebesar 95,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian, seperti kondisi makroekonomi, tingkat suku bunga, kebijakan regulator, sentimen pasar, dan ekspektasi investor terhadap prospek industri perbankan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan antara harapan teoritis dan temuan empiris. Berdasarkan teori sinyal, peningkatan arus kas operasi seharusnya memberikan sinyal positif kepada investor mengenai kesehatan keuangan perusahaan. Namun, secara empiris sinyal tersebut tidak cukup kuat untuk memengaruhi harga saham. Demikian pula, teori profitabilitas dan teori pasar efisien menyatakan bahwa laba bersih merupakan informasi penting yang tercermin dalam harga saham, namun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laba bersih tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan perbankan. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa dalam sektor perbankan, investor cenderung lebih memperhatikan faktor eksternal dan prospek jangka panjang dibandingkan variabel keuangan internal yang bersifat historis. Faktor-faktor seperti kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, inovasi digital, tata kelola perusahaan, serta ekspektasi pertumbuhan industri perbankan memiliki peran yang lebih dominan dalam membentuk harga saham. Dengan demikian, penelitian ini memberikan implikasi bahwa arus kas operasi dan laba bersih tidak selalu menjadi determinan utama harga saham di sektor perbankan. Bagi investor, hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk tidak hanya berfokus pada laporan keuangan, tetapi juga memperhatikan faktor makroekonomi dan strategis perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti rasio keuangan perbankan, faktor makroekonomi, serta menggunakan periode dan jumlah sampel yang lebih luas guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Arus kas operasi, laba bersih, harga saham, perbankan, Bursa Efek Indonesia.
Subjects: Economic > Economy Management
Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 21 Feb 2026 02:33
Last Modified: 21 Feb 2026 02:33
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6657

Actions (login required)

View Item View Item