ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TUNGGAKAN DANA PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PADA KELURAHAN OESAPA BARAT, KECAMATAN KELAPA LIMA

KUDJI, Daud Tari (2025) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TUNGGAKAN DANA PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PADA KELURAHAN OESAPA BARAT, KECAMATAN KELAPA LIMA. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1.cover,pengesahan dll.pdf

Download (323kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (102kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (118kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (128kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (89kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (176kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (67kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (63kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab tunggakan dana pemberdayaan ekonomi masyarakat pada Kelurahan Oesapa Barat. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan dana yang disalurkan oleh pemerintah. Namun, seringkali ditemukan adanya tunggakan atau penyaluran dana yang tidak tepat sasaran, yang dapat menghambat tujuan dari program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap para pelaku program serta masyarakat setempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa faktor utama penyebab tunggakan dana pemberdayaan meliputi kurangnya pemahaman masyarakat mengenai tujuan dan mekanisme program, ketidaktepatan penyaluran dana, serta kurangnya pengawasan dan evaluasi yang efektif dari pihak terkait. Selain itu, faktor sosial dan ekonomi, seperti tingkat pendapatan dan pendidikan masyarakat yang rendah, turut memengaruhi partisipasi dan pengelolaan dana secara optimal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sosialisasi yang lebih intensif, peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan dana, serta penguatan mekanisme pengawasan agar program pemberdayaan dapat lebih efektif dan tepat sasaran. Analisis terhadap faktor-faktor penyebab tunggakan dana pemberdayaan ekonomi masyarakat (Dana PEM) memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program tersebut. Dengan memahami faktor penyebab tunggakan, lembaga pengelola bisa menyusun laporan yang lebih akuntabel kepada pemangku kepentingan (pemerintah daerah, donatur, masyarakat). Analisis faktor-faktor penyebab tunggakan Dana PEM bukan hanya penting untuk menyelesaikan masalah tunggakan itu sendiri, tetapi juga menjadi kunci dalam menciptakan program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini adalah replikasi dari beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh ; Peneliti: Ady Prabowo Rihi, Penina Nufninu, & Romualdus Antonius Geli Koten (Kelurahan Naimata, Kota Kupang (2024) Fokus: Faktor penyebab bad debts Dana PEM, Peneliti: Safaruddin dkk., Universitas Halu Oleo (esa Wawo Andaroa, Konawe – BUMDes (2021-2023)Temuan: Kredit macet disebabkan oleh faktor internal dan eksternal:Eksternal: Kondisi ekonomi lemah, itikad buruk nasabah (tidak serius membayar), kegagalan usaha jak.uho.ac.id kabupaten Indramayu – IPB (2024)Judul: Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tunggakan kredit pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir Secara konsisten, penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal seperti lemahnya pengawasan, rendahnya SDM, buruknya manajemen, dan karakter peminjam merupakan penyebab utama. Ditambah faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, motif tidak membayar (itikad buruk), bencana, dan kelemahan sistem (seperti tidak ada agunan atau penggunaan dana tidak sesuai rencana). Rasio dalam Penelitian Dalam konteks ini, “rasio” bisa mengacu pada: Rasio responden: jumlah sampel dibanding total populasi rasio tunggakan: perbandingan dana yang macet dengan dana yang disalurkan Rasio keikutsertaan atau efektivitas: seberapa banyak penerima manfaat berhasil mengembalikan dana tepat waktu Sampel Penelitian Sampel adalah sebagian dari populasi yang dijadikan objek untuk diteliti agar hasilnya bisa digeneralisasi. Teknik pengambilan sampel bisa probabilistik (random) atau non-probabilistik (purposive, snowball, quota, dll). Rata-rata rasio sampel dalam penelitian Dana PEM berada di kisaran 60%–100%.Banyak penelitian menunjukkan rasio tunggakan tinggi, umumnya akibat manajemen dana yang lemah dan minimnya pengawasan.Teknik purposive dan total sampling paling sering digunakan karena populasi biasanya terbatas dan sudah teridentifikasi. Teknik pengumpulam data dalam penelitian ini ; Wawancara dengan Pengelola dana PEM di Keluruahan Oesapa Barat untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan penyaluran dana PEM, tingkat pengembalian dana PEM, tunggakan dana yang terjadi termasuk penyebab terjadinya tunggakan macet serta rendahnya partisipasi masyarakat berkaitan dengan dana PEM tersebut. Dokumentasi, yaitu melakukan pengumpulan data dengan cara mempelajari dokumen-dokumen atau arsip yang ada hubungannya dengan jumlah dana PEM yang dipinjam, jumlah dana PEM yang telah dikembalikan dan jumlah dana PEM yang tertunggak serta masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat berkaitan dengan dana PEM tersebut. Analisis Dampak Program Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pelaksanaan program Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Kelapa lima Kota Kupang sejak tahun 2013-2025, memberikan dampak sebagai berikut : Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pelaksanaan Program PEM di Kota Kupang diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup mereka melalui peningkatan pendapatan, sehingga akhirnya mereka bisa memenuhi kebutuhan dalam keluarga dan mendapatkan modal untuk pengembangan usaha mereka. Menurut hasil penelitian dilapangan, beberapa pelaku usaha di kelurahan Oesapa, Kelurahan TDM dan kelurahan Oebufu telah mengalami peningkatan pendapatan setelah mendapat bantuan dana PEM. Dimana menurut mereka, sebelum mendapat bantuan dana PEM, penghasilan penelitian yang telah dilakukan oleh 2 mengenai implementasi bantuan dana bergulir bagi pelaku usaha di Kota Tanjungpinang. Dimana standart dan sasaran yang telah ditetapkan oleh program tersebut pada kenyataannya tidak terealisasi dengan baik dilapangan. Para pelaku usaha yang mendapat bantuan dana tersebut menyalahgunakan dana yang diberikan sehingga tidak berdampak pada usahanya dan tidak terjadi peningkatan pendapatan. Peningkatan Produktivitas Usaha Program bantuan dana PEM yang dimulai tahun 2013 hingga sekarang, menunjukkan bahwa produktivitas usaha masyarakat mengalami peningkatan, yang mana awalnya pelaku usaha memiliki jumlah produksi yang rendah dan setelah adanya program dana PEM, masyarakat telah memiliki penambahan jumlah produksi serta menambah jenis usaha lainnya. seperti salah satu usaha milik ibu Agustina di Kelurahan Oesapa, yang awalnya beliau sebagai penjual kue. Sebelum mendapat bantuan dana PEM, jumlah kue yang dihasilkan per hari sebanyak 50 potong kue, setelah mendapat tambahan modal melalui dana PEM kue yang diproduksi meningkat menjadi 100 potong kue per hari. Usahanya berkembang sampai dia dapat membuka kios sembako dan juga berdagang sayuran, berbeda dengan Hasil penelitian dengan kesimpulan bahwa dari segi prinsip pemberdayaan dengan penambahan modal usaha melalui pendapatan para penerima dana PEM mulai memberdayakan usahanya dengan baik walaupun sebagian besar pendapatan masih digunakan untuk konsumsi. Peningkatan Kemandirian Masyarakat Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk membentuk pribadi yang mandiri, baik dalam berfikir dan bertindak, serta mengendalikan apa yang mereka lakukan. Dana PEM merupakan bantuan modal usaha tanpa bunga pinjaman, maka masyarakat harus bisa mengatur dan mengelola dana tersebut sehingga tidak terus-menerus bergantung pada dana PEM. Berdasarkan hasil wawancara dari 45 informan di tiga kelurahan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat peningkatan kemandirian masyarakat pada 18 pelaku usaha penerima dana PEM dengan persentase 40% dan masih ada juga pelaku usaha yang belum mandiri sebanyak 27 pelaku usaha dengan persentase 60%, dimana masih bergantung pada bantuan dana PEM tersebut. Dengan melihat hal tersebut, diharapkan agar pemerintah daerah dapat terus menjalankan program dana PEM dengan memberi pendampingan yang cukup agar pelaku usaha yang masih bergantung pada bantuan dana PEM ini dapat terus berusaha untuk mengembangkan usaha mereka sehingga nantinya setelah merasa cukup mampu mengelola usaha yang ada mereka tidak lagi bergantung pada bantuan dana PEM ini dan dapat mandiri. Pengguliran Dana PEM Pemberian bantuan dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu tahap penyaluran dan tahap pengguliran. Tahap penyaluran merupakan dana hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kota Kupang setiap 2 tahun sekali berupa bantuan yang diberikan kepada kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Kupang diantaranya Kelurahan Oesapa, Kelurahan TDM dan Kelurahan Oebufu. Sedangkan tahap pengguliran dilakukan ketika dana penyaluran yang diberikan kepada penerima dana PEM telah di setor kembali ke dalam kas LPM dan telah mencapai 25%, maka dapat dilakukan pengguliran. Apabila penerima dana PEM sudah melunasi tepat waktu atau dalam jangka waktu 18 bulan, maka mereka diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengguliran dana pada periode berikutnya. Batas maksimal bantuan yang diberikan adalah sebesar Rp 25.000.000 per pelaku usaha. Peningkatan Kesadaran Masyarakat Sebagian masyarakat cukup sadar terhadap program Dana PEM ini, hal tersebut dibuktikan dengan makin berkembangnya usaha dan meningkatnya pendapatan usaha mereka. Dengan melihat perkembangan yang ada, maka makin banyak masyarakat yang merespon baik terhadap bantuan dana PEM dan membuat pelaku usaha lainnya juga ingin untuk mendapatkan bantuan dana PEM ini. Namun ada juga beberapa penerima dana PEM yang belum menyadari akan program ini. Mereka masih menganggap bahwa program dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat ini merupakan bantuan yang diberikan secara gratis kepada mereka tanpa harus dikembalikan, sehingga masih ada penerima dana yang setelah diberi haknya untuk mendapatkan bantuan pinjaman namun tidak menjalankan kewajibannya untuk membayar kembali pinjaman tersebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: analisis faktor-faktor penyebab tunggakan dana, Rasio, populasi dan sampel , teknik pengumpulan data, hasil penelitian
Subjects: Economic > Accounting
Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Akuntansi
Depositing User: Steven B. R. Waang
Date Deposited: 14 Feb 2026 04:27
Last Modified: 14 Feb 2026 04:27
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6491

Actions (login required)

View Item View Item