MBUILIMA, William Cornelis (2026) YESUS DAN NIR-KEKERASAN: Suatu Tinjauan Kritik Ideologi Terhadap Lukas 19:1-10 dan Implikasinya Bagi Pemahaman Nir-kekerasan di GMIT dalam Upaya Penyelesaian Konflik. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
a. Cover.pdf Download (608kB) |
|
|
Text
b. Abstrak.pdf Download (238kB) |
|
|
Text
c. Pendahuluan.pdf Download (236kB) |
|
|
Text
d. Bab I.pdf Restricted to Registered users only Download (322kB) |
|
|
Text
e. Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (359kB) |
|
|
Text
f. Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (268kB) |
|
|
Text
g. Penutup.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
h. Daftar Pustaka.pdf Download (280kB) |
Abstract
Penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana narasi perjumpaan Yesus dan Zakheus dalam Lukas 19:1–10 memuat konstruksi ideologis tertentu, serta sejauh mana narasi tersebut dapat dibaca sebagai dasar teologis bagi pemahaman nir-kekerasan dalam upaya penyelesaian konflik di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Fokus ini muncul dari kenyataan bahwa konflik merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika kehidupan bergereja di GMIT. Cara konflik ditangani mencerminkan pilihan-pilihan teologis dan struktural tertentu, yang penting untuk dianalisis secara kritis guna melihat sejauh mana penanganan tersebut berkontribusi pada pemulihan relasi dan penguatanpersekutuan gerejawi. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap ideologi dominan yang bekerja di balik teks Lukas 19:1–10, menelusuri ideologi alternatif yang ditampilkan melalui tindakan Yesus, serta merumuskan kontribusi teologisnya bagi pengembangan pemahaman nir-kekerasan dalam konteks penyelesaian konflik di GMIT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penafsiran teks dilakukan melalui kritik ideologi dengan analisis intrinsik dan ekstrinsik, sehingga teks dibaca sebagai produk sosio-historis yang berelasi dengan struktur kuasa, eksklusi sosial, dan dinamika kekerasan yang dilembagakan dalam konteks Kekaisaran Romawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lukas 19:1–10 merefleksikan ideologi dominan berupa etnosentrisme religius yang melegitimasi eksklusi sosial dan kekerasan kultural terhadap Zakheus sebagai pemungut cukai. Di tengah konstruksi tersebut, tindakan Yesus menghadirkan ideologi alternatif berupa praksis nir-kekerasan yang bersifat relasional dan transformatif, yang membuka ruang pertobatan, pemulihan relasi sosial, dan keadilan ekonomi tanpa paksaan. Temuan ini menegaskan bahwa nir-kekerasan dalam Injil Lukas berfungsi sebagai strategi teologis aktif yang relevan untuk mengembangkan pendekatan penyelesaian konflik di GMIT yang berorientasi pada rekonsiliasi dan pemulihan persekutuan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kritik Ideologi, Lukas 19:1–10, Nir-kekerasan, Penyelesaian Konflik, GMIT |
| Subjects: | Theology > Christian Theology |
| Divisions: | Fakultas Teologi > Teologi Agama Kristen |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 09:33 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 09:33 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6297 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
