MALO, Jekson (2026) DESKRIPSI TENTANG PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENGANGKUTAN DAN PEREDARAN PANGAN YANG TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN SANITASI. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER.pdf Download (532kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (570kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (516kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (726kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Download (191kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (302kB) |
Abstract
Pemasalahan dalam penelitian ini adalah apa faktor penyebab pelaku melakukan tindak pidana pengangkutan dan peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi? Bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana pengangkutan dan peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi? Apa akibat hukum dari tindak pidana pengangkutan dan peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi terhadap pelaku dan barang bukti? Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor penyebab pelaku melakukan tindak pidana pengangkutan dan peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi, untuk mengatahui modus pelaku melakukan tindak pidana pengangkutan dan peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi, untuk mengatahui akibat hukum dari tindak pidana pengangkutan dan peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi terhadap pelaku dan barang bukti. variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab, modus pelaku melakukan tindak pidana pengangkutan dan peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi serta akibat hukum dari tindak pidana pengangkutan dan peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi terhadap pelaku dan barang bukti. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1). Faktor penyebab pelaku melakukan tindak pidana tindak pidana a). Faktor ekonomi b). Kurangnya pengetahuan. 2). Modus (cara) pelaku melakukan tindak pidana pidana a). Pemesanan gula ilegal, b). Pembelian gula ilegal, c)Pengangkutan menggunakan transportasi darat, d)Meminjam truk dengan alasan untuk mengangkut bibit sawit, e).Penyembunyian agar terhindar dari pemeriksaan Polisi, 3). Akibat hukum dari tindak pidana pengangkutan dan peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi terhadap pelaku dan barang bukti a). Terhadap pelaku, 1). Masing-masing terdakwa dipidana penjara, 2).Masing-masing terdakwa dibebani untuk membayar biaya perkara, b).Tehadap barang bukti, 1).Dirampas untuk dimusnahkan, 2). Dikembalikan kepada pemilik, 3).Dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk dipergunakan dalam berkas perkara An. URAY YUSMAN Bin URAY KIBLI. Berdasarkan hasil Penelitian maka yang menjadi Saran adalah: 1). Kementerian Perdagangan harus berkoordinasi dengan Pemda untuk mengaudit dan merevisi Peraturan Lintas Batas (PLB) di Bengkayang. Batasan 50 Kg untuk konsumsi pribadi harus disertai dengan mekanisme registrasi/pencatatan ketat untuk mencegah akumulasi skala komersial. 2). Pemerintah Daerah, bekerja sama dengan Kejaksaan, harus secara berkala menyelenggarakan sosialisasi kepada masyarakat dan pedagang tentang bahaya gula industri untuk kesehatan dan konsekuensi hukum yang berat bagi pelaku pengangkutan dan peredaran pangan. 3). Aparat Penegak Hukum dan Badan Pengawas Obat dan Makan harus bekerja sama untuk menempatkan pos pemeriksaan kualitas pangan yang bergerak atau temporer di daerah Ledo dan Lumar (jalur utama Seluas-Bengkayang) untuk memaksimalkan deteksi dini gula tanpa izin edar sebelum mencapai Bengkayang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Syarat Sanitasi, Pengangkutan Pangan, Peredaran Pangan |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 00:37 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 00:37 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6286 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
