SINLAELOE, Viona M. (2026) ICH UND DU (AKU-ENGKAU): Suatu Tinjauan Teologi Sosial terhadap pemikiran Marthin Buber tentang konsep Ich Und Du dan Implikasinya bagi pencegahan kekerasan di GMIT Imanuel Olalain Klasis Rote Tengah. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. Cover.pdf Download (325kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (270kB) |
|
|
Text
3. pendahuluann.pdf Download (541kB) |
|
|
Text
4. BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (391kB) |
|
|
Text
5. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (665kB) |
|
|
Text
6. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (531kB) |
|
|
Text
7. PENUTUP.pdf Download (306kB) |
|
|
Text
8. Bibliografi.pdf Download (305kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi konsep relasi dialogis Ich und Du Martin Buber terhadap konteks kekerasan dalam kehidupan jemaat GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) Imanuel Olalain. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kekerasan dalam rumah tangga dan konflik relasional masih terjadi dalam kehidupan jemaat, yang menunjukkan adanya krisis dalam kualitas relasi antarmanusia. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan wawancara dan refleksi teologis, penelitian ini menemukan bahwa banyak relasi suami-istri dalam jemaat masih dibangun dalam pola dominatif, hierarkis, dan minim dialog, sehingga lebih menyerupai pola relasi Ich-Es (Aku-Itu) daripada Ich-Du (Aku-Engkau). Selain faktor personal, kekerasan juga dipengaruhi oleh faktor kultural, struktural, dan pemahaman teologis yang belum sepenuhnya menekankan kesetaraan martabat manusia. Iman Kristen yang diakui jemaat sering kali belum terintegrasi dalam praktik relasi sehari-hari, sehingga relasi dengan Tuhan tidak selalu tercermin dalam relasi dengan pasangan. Dalam terang pemikiran Martin Buber, relasi yang sehat hanya mungkin terwujud melalui perjumpaan dialogis yang mengakui keutuhan dan martabat pribadi sebagai subjek, bukan objek. Penelitian ini juga menegaskan bahwa kekerasan merupakan pelanggaran terhadap martabat manusia sebagai gambar Allah (Imago Dei). Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk membangun spiritualitas relasional yang transformatif, memperbarui pola komunikasi, serta menghadirkan struktur persekutuan yang partisipatif dan adil. Konsep Ich-Du menjadi kerangka teologis yang relevan untuk pemulihan relasi, pencegahan kekerasan, dan pembentukan kehidupan jemaat yang lebih dialogis, manusiawi, dan mencerminkan kasih Allah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ich und Du, relasi dialogis, kekerasan dalam rumah tangga, teologi sosial, Imago Dei, GMIT Imanuel Olalain. |
| Subjects: | Theology > Christian Theology |
| Divisions: | Fakultas Teologi > Teologi Agama Kristen |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 02:00 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 02:00 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6216 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
