ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI PROBABILITAS KEBANGRUTAN PADA PERUSAHAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTARDI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2023

SINU, Yohanes Kopong (2025) ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI PROBABILITAS KEBANGRUTAN PADA PERUSAHAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTARDI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2023. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1.COVER,PENGESAHAN DLL.pdf

Download (361kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (99kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (93kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (145kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (97kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (222kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (90kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (57kB)

Abstract

Kebangrutan suatu perusahan dapat di lihat dan di ukur melalui laporan keuangan. laporan keuangan yang di terbitkan oleh perusahan merupakan salah satu sumber informasi mengenai posisi keuangan perusahan,yang sangat berguna untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat,data keuangan harus dikonversi menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomis.hal ini di tempuh dengan cara melakukan analisis dalam bentuk rasio-rasio keuangan.Foster (1986) dalam Almilia dan Kristijadi (2003) menyatkan empat hal yang mendorong analisis laporan keuangan dengan model rasio keuangan yaitu, mengendalikan pengaruh perbedaan besaran antar perusahan atau antar waktu, untuk membuat data menjadi memenuhi asumsi alat statistik yang digunakan, untuk mengivestasi teoriyang berkaitan dengan rasio keuangan, untuk mengkaji hubungan empirik antara rasio keuangan dan estimasi atau prediksi variabel tertentu (kebangrutan atau probalitas kebangrutan). Kondisi probabilitas kebangrutan yang di gunakan dalam penelitian ini terkait dengan perusahan yang mempunyai Earning per Share (SPS) negatif, perusahan menuju kebangrutan didefinisikan sebagai perusahan yang memiliki laba per lembar saham (Earning Per Share) negatif. EPS merupakan rasio yang paling banyak di gunakan oleh pemegang saham dalam menilai prospek perusahan di masa yang akan datang di bandingkan dengan rasio-rasio keuangan yang lain (Bodroastuti, 2009). Berdasarkan masalah penelitian diatas maka masalah penelitian akan dibahas dalam penelitian ini adalah ANALISISRASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI PROBABILITAS KEBANGRUTAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Probalilitas Kebangkrutan adalah kondisi di mana hasil operasi perusahan tidak cukup untuk mengetahui kewajiban perusahan (Insolvency) atau Probabilitas kebangkrutana dalah kemungkinan suatu perusahaan mengalami kebangkrutan. Kebangkrutan dapat diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam menghasilkan laba. Penyebab kebangkrutan Kondisi dunia bisnis yang dinamis, Kekurangan daya saing, Masalah keuangan, Rasio ROE rendah. Hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap Financial distres, yang berpengaeruh adalah ROE, dalam analisis ini digunakan ROE sebagai dasar untuk memprediksi kemungkinan kebangkrutan. Profitabilitas dapat digunakan untuk memprediksi kebangkrutan (financial distress), perusahaan. Kondisi financial distress adalah kondisi yang terjadi sebelum kebangkrutan dengan mengunakan perubahan laba perusahaan. Dengan mengunakan standar ROE yang baik biasanya di atas 15%, dan 20% atau lebih menunjukkan profitabilitas tinggi, untuk memutuskan apakah perusahaan kemungkinan bangkrut atau tidak. Hasil analisis memperlihatkan bahwa PT Delta Djakarta hanya di tahun 2021 menurut hasil analisis tidak bangkrut sedangkan Tahun 2019-2020 dan Tahun 2022- 2023 kemungkinan Bangkrut. PT IndofoodSuksesNakmur tbk, menuruthasil Analisa tahun 2021 kemungkinan bangkrut sedangkan tahun 2019-2020 dan Tahun 2022- 2023 berada dalam kategori tidak bangkrut. Sedangkan PT Multi Bintang Indonesia tbk, hasil analisis menunjukkan tahun 2020 kerada pada kategori tidak bangkrut, sedangkan tahun 2019 dan tahun 2021-2023 berada pada kategori kemungkinan bangkrut. PT Mayora Indonesia tbk, menurut hasil analisis berada pada kategori kemungkinan Bangkrut di Tahun 2019-2023. PT Sekar Laut tbk, menurut hasil analisis rasio keuangan dan kategori probabilitas kebangkrutan menunjukkan bahwa Tahun 2021 tidak bangkrut sedangkan tahun2019-2020 dan tahun 2022-2023 kemungkinan bangkrut. Kesimpulan atas hasil penelitian terurut sesuaidengan rumusan persoalan penelitian sebagai berikut: 1.Ada pengaruh CR dengan Profitabilitas kebangkrutan, semakin baik CR maka semakin baik posisi perusahaan dari kemunginan kebangkrutan, dengan asumsi rasio lain konstanSemakin tinggi Debt Ratio yang dimiliki perusahaan akan semakin tinggi risiko keuanganang dihadapi perusahaan. Jika manajemen dapat mengelola hutang secara efisien, maka semakin kecil kemungkinan terjadinya probabilitas kebangkrutan 2.Total Asset Turnover Ratio yang tinggi menunjukkan semakin efektif perusahaan dalam penggunaan aktivanya untuk menghasilkan penjualan. Semakin efektif Perusahaan menggunakan aktivanya untuk menghasilkan penjualan diharapkan dapat memberikan keuntungan yang semakin besar bagi perusahaan. Hal itu akan menunjukkan semakin baik kinerja keuangan yang dicapai oleh perusahaan sehingga kemungkinan terjadinya probabilitas kebangkrutan semakin kecil. 3.Return On Asset dapat memprediksi terjadinya probabilitas kebangkrutan pada Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Semakin tinggi Return On Asset perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari total aktiva yang digunakan semakin besar. Dengan demikian, maka jika kinerja Perusahaan semakin baik, kecil kemungkinan terjadinya probabilitas kebangkrutan 4.Return On Equity dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya probabilitas kebangkrutan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Apabila rasio ROE tinggi menunjukkan perusahaan memiliki kemampuan menggunakan ekuitas untuk menghasilkan laba, dan semakin memperlancar keuangan perusahaan dalam pendanaan ataupun investasi. Sejalan dengan pola hubungan yang negatif menuju kebangkrutan, maka apabila perusahaan memiliki ROE yang tinggi, kemungkinan akan terjadi probabilitas kebangkrutan semakin kecil. 1.Bagi peneliti mendatang selain menggunakan pada analisis fundamental, dapat juga menggunakan analisis non fundamental yaitu penggunaan corporate governance. 2.Peneliti lanjutan dapat juga mengunakan selain rasio keuangan fundamental juga rasio pasar seperti Economic Value Added dan Market Value Added. Untuk penelitian lebih lanjut diharapkan untuk menambah sampel penelitian tidak hanya perusahaan manufaktur saja, melainkan dapat diperluas pada perusahaan-perusahaan non manufaktur, agar hasilnya dapat digeneralisaikan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Economic > Accounting
Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Akuntansi
Depositing User: Steven B. R. Waang
Date Deposited: 10 Feb 2026 01:38
Last Modified: 10 Feb 2026 01:38
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6151

Actions (login required)

View Item View Item