NATI, Desi Natalia Widiansari (2025) TAH FE’U : STUDI TENTANG PERILAKU MAKAN MASYARAKAT KRISTEN KAITANNYA DENGAN MASALAH STUNTING DIKAJI DALAM PERSPEKTIF TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER DI DESA NETUTNANA TAHUN 2025. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
COVER TAH FEU.pdf Download (274kB) |
|
|
Text
ABSTRAK PERPUS.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
BAB I PERPUS.pdf Download (205kB) |
|
|
Text
BAB II PERPUS.pdf Restricted to Registered users only Download (312kB) |
|
|
Text
BAB III PERPUS.pdf Restricted to Registered users only Download (202kB) |
|
|
Text
BAB IV PERPUS.pdf Restricted to Registered users only Download (646kB) |
|
|
Text
BAB V PERPUS.pdf Download (156kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA PERPUS.pdf Download (214kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis tradisi Tah Fe’u sebagai bentuk perilaku makan masyarakat Kristen di Desa Netutnana serta hubungannya dengan permasalahan Stunting, ditinjau melalui perspektif teori tindakan sosial Max Weber. Tradisi Tah Fe’u merupakan ritual syukur atas hasil panen baru yang disertai dengan pantangan mengonsumsi makanan yang tumbuh pada musim hujan seperti jagung, kacang-kacangan, dan labu, sebelum dilakukan doa pemberkatan di gereja dan rumah. Pantangan ini dijalankan secara turun-temurun oleh seluruh masyarakat tanpa memandang usia dan diyakini dapat mendatangkan kesialan bila dilanggar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap satu tokoh adat dan sepuluh orang tua anak-anak Stunting di Desa Netutnana. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pantangan makan dalam tradisi Tah Fe’u mencerminkan empat tipe tindakan sosial Max Weber, yaitu tindakan tradisional, tindakan rasional nilai, tindakan rasional instrumental, dan tindakan afektif. Masyarakat melaksanakan pantangan bukan hanya sebagai kewajiban adat, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap Tuhan dan leluhur. Namun, pembatasan makanan tertentu (faktor sosial budaya) dalam jangka waktu lama berdampak pada terbatasnya asupan gizi, khususnya pada ibu hamil, anak-anak, dan balita, yang berpotensi meningkatkan risiko Stunting. Kesimpulannya, Tah Fe’u mengandung nilai religius, budaya, dan sosial yang tinggi, tetapi pada sisi lain juga memiliki implikasi terhadap masalah kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peran gereja, pemerintah, dan tokoh adat untuk mengedukasi masyarakat agar pelaksanaan tradisi dapat terus dilestarikan tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan gizi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tah Fe'u, Stunting, Tindakan Sosial |
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform Theology > Christian Theology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Ilmu Pendidikan Teologi |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 05:53 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 05:53 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6058 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
