ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PRIODE 2019-2023

RONGGA, Orben Umbu (2025) ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PRIODE 2019-2023. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img]
Preview
Text
1.COVER,PENGESAHAN DLL.pdf

Download (359kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSRAK.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (91kB) | Preview
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (125kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (90kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (283kB)
[img]
Preview
Text
BAB 5.pdf

Download (231kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Dalam pembangunan perekonomian suatu negara dibutuhkan biaya atau dana tidak sedikit. Dana tersebut dapat diperoleh dari pinjaman maupun modal sendiri, yang dalam penggunaannya dana dapat dialokasikan sebagai suatu investasi, dimana investasi disini dapat diartikan sebagai penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Industri manufaktur memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Saat ini, industri manufaktur menyumbang 23% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap tenaga kerja 12 juta orang. Peranannya sebagai motor penggerak perekonomian negara menciptakan suatu nilai tambah bagi upaya peningkatan ekspor untuk industri manufaktur ini agar menjadi prioritas karena naiknya kinerja sektor industri manufaktur menciptakan penyediaan lapangan kerja formal untuk industri manufaktur diharapkan bisa terus meningkat dengan cepat. Belum sesuai harapan, yang terjadi justru sebaliknya. Beberapa tahun terakhir, laju pertumbuhan industri manufaktur canderung bergerak lamban karena masih lemah. (www.business.co.id). Rasio keuangan merupakan alat analisis fundamental yang sering digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Rasio-rasio seperti Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), dan Net Profit Margin (NPM) dapat memberikan gambaran tentang likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan efisiensi operasional perusahaan (Harahap, 2021). Investor sering menggunakan informasi dari laporan keuangan untuk membuat keputusan investasi, karena kinerja keuangan yang baik diyakini akan meningkatkan nilai perusahaan dan pada akhirnya tercermin dalam harga saham. Perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman memiliki karakteristik unik dibandingkan sektor lain, karena produknya merupakan kebutuhan primer yang permintaannya relatif stabil. Namun, sektor ini tetap menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku, perubahan tren konsumsi, dan regulasi pemerintah. Oleh karena itu, analisis terhadap pengaruh rasio keuangan terhadap harga saham pada sub sektor ini menjadi relevan untuk memberikan pemahaman apakah faktor-faktor keuangan tersebut signifikan dalam mempengaruhi pergerakan harga saham (Sutrisno, 2020). Saham merupakan sebagai tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau peseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut. Harga saham dapat menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mengelola usahanya. Harga saham yang tinggi menunjukkan perusahaan mampu mengelola perusahaannya dengan baik. Hal ini akan diikuti dengan peningkatan permintaan terhadap saham yang akan berpengaruh positif terhadap kenaikan harga saham. Jika harga saham mengalami penurunan secara terusmenerus maka nilai emiten dari saham akan turun. Saham merupakan tanda bukti pengambilan bagian atau peserta dalam suatu perseroan terbatas bagi perusahaan yang bersangkutan yang diterima dari hasil penjualan sahamnya. Dimana saham yang telah terjual akan menjadi tanda bukti atas pengambilan bagian pada suatu perusahaan. Penelitian ini penting dilakukan mengingat adanya gap penelitian sebelumnya, dimana hasil penelitian terkait pengaruh rasio keuangan terhadap harga saham menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Beberapa studi menemukan bahwa rasio keuangan secara signifikan mempengaruhi harga saham (Sartono, 2018), sementara studi lain menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan (Wahyudi, 2019). Populasi penelitian ini pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode sampel pada tahun 2019-2021. Alasan peneliti menggunakan perusahaan manufaktur sebagai objek penelitian karena perusahaan manufaktur memiliki sektor yang beranekaragam dan cakupan yang sangat luas serta memiliki skala yang lebih besar. Hal ini dapat digeneralisasikan sehingga pengujiannya dapat dibandingkan perusahaan satu dengan lainnya. Penelitian ini adalah replikasi dari beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Yunita (2016), Parwati dan Sudiartha (2015), Raningsih dan Putra (2015), Rahayu dan Dana (2016), di mana hasil penelitian tersebut menunjukkan hasil yang tidak konsisten, dengan tidak konsistennya hasil penelitian terdahulu membuat penelitian terkait hubungan antara rasio keuangan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur menjadi menarik untuk diulas dan dikaji lebih lanjut. Dari hal tersebut maka penelitian dilakukan untuk menguji kembali variabel terkait agar mampu memberikan hasil yang lebih konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya. Rasio likuiditas mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Contoh rasio likuiditas adalah Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR menunjukkan kemampuan likuiditas perusahaan semakin baik (Kasmir, 2018). Rasio solvabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang. Contoh rasio ini adalah Debt to Equity Ratio (DER). DER yang tinggi menunjukkan ketergantungan perusahaan terhadap utang, yang dapat meningkatkan risiko finansial (Harahap, 2020). Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Contohnya adalah Return on Assets (ROA) dan Net Profit Margin (NPM). Profitabilitas yang tinggi mencerminkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset atau penjualannya (Hery, 2020). Earning Per Share (EPS) merupakan sajian laba perusahaan yang dialokasikan ditiap saham biasa yang beredar. EPS menjadi salah satu indikator yang sering digunakan untuk menilai profitabilitas perusahaan. Hasil perhitungan EPS dibandingkan dengan EPS perusahaan lain yang sejenis atau rata-rata industri. Populasi Dan Sampel Menjelaskan bahwa penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan statistik inferensial, karena menggunakan data numerik dan analisis regresi untuk melihat pengaruh antar variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan terhadap harga saham perusahaan. Populasi: Semua perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2019–2023. Sampel Menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: Perusahaan konsisten terdaftar selama 2019–2023, Memiliki laporan keuangan lengkap setiap tahun, Data rasio keuangan dan harga saham tersedia. Teknik Pengumpulan Data Menggunakan metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan data laporan keuangan tahunan dan harga saham dari masing-masing perusahaan sampel. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder (kuantitatif) yang bersumber dari website resmi bursa efek indonesia (BEI) dan Website keuangan seperti RTI Business atau Yahoo Finance. Pengaruh Current Ratio (CR) Terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil uji analisis linier berganda menunjukkan variabel Current Ratio (CR) diperoleh nilai uji t sebesar 0,431 dan signifikan sebesar 0,670. Ini berarti bahwa berdasarkan data yang dianalisis, Current Ratio tidak memiliki pengaruh yang cukup kuat untuk menjelaskan perubahan harga saham secara parsial (sendiri).Meskipu n secara koefisien positif (semakin tinggi CR → harga saham naik),Namun secara statistik, CR tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham (p 0,670 0,05).Dengan demikian, dalam model ini, CR bukanlah prediktor yang kuat terhadap harga saham di enam perusahaan yang terdaftar di BEI. Berdasarkan Penelitian dari Wahyudi dan Prasetyo (2020)menemukan bahwa likuiditas (CR) tidak selalu berpengaruh signifikan terhadap harga saham, karena investor lebih tertarik pada profitabilitas (EPS, ROA) dan solvabilitas (DER). Dalam jangka pendek, investor tidak terlalu mempertimbangkan rasio likuiditas karena cenderung fokus pada kinerja laba dan prospek pertumbuhan saham. Pengaruh Debt to Equity Ratio( DER) Terhadap Harga Saham Berdasarkan Hasil uji t dan regresi linear berganda menunjukan bahwa setiap kenaikan 1 unit dalam Debt to Equity Ratio (DER) akan menyebabkan penurunan harga saham sebesar 91,458 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap (ceteris paribus) dan juga arah hubungan negatif, yang artinya semakin tinggi DER (semakin besar utang dibanding modal), maka harga saham cenderung turun. Untuk nilai signifikan sebesar 0,410 Nilai ini jauh lebih besar dari 0,05 sehingga Pengaruh DER terhadap harga saham tidak signifikan secara statistik. Dalam konteks ini, meskipun ada kecenderungan negatif, secara statistik DER tidak berpengaruh nyata terhadap harga saham dari kelima perusahaan tersebut. Variasi tingkat utang terhadap ekuitas (DER) di keenam perusahaan belum cukup konsisten atau kuat untuk menjelaskan perubahan harga saham. Kemungkinan perusahaan memiliki manajemen utang yang berbeda-beda. Investor lebih mempertimbangkan faktor lain (seperti EPS, ROA, dll) dibanding DER. Pengaruh Return on Assets (ROA)Terhadap Harga Saham Berdasarkan Hasil uji T dan regresi linear berganda menunjukan bahwa harga saham diperkirakan naik sebesar 4,517 poin, jika variabel lain dianggap tetap. Ini menunjukkan adanya hubungan positif antara ROA dan harga saham. Karena nilai Sig. 0,05, maka pengaruh ROA tidak signifikan secara statistik. Dengan kata lain, ROA belum terbukti memiliki pengaruh yang nyata terhadap harga saham secara parsial pada sampel 6 perusahaan yang dianalisis. Dan untuk nilai standardized sebesar 0,231 yang menunjukkan bahwa secara relatif, pengaruh ROA terhadap harga saham bersifat positif dan lebih besar dibanding CR dan DER, namun masih kalah kuat dari EPS. Jumlah sampel (6 perusahaan) yang terlalu kecil untuk generalisasi. Perbedaan struktur industri, aset, atau strategi masing- masing perusahaan. Investor mungkin lebih memperhatikan variabel lain seperti EPS atau factor eksternal (sentimen pasar, kondisi makro ekonomi). Berdasarkan penelitian dari Putra dan Lestari (2020) mendapatkan hasil bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Investor menilai perusahaan dengan ROA tinggi memiliki prospek laba yang baik.Hasil ini tidak sepenuhnya sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu yang menunjukkan pengaruh signifikan, kemungkinan karena perbedaan konteks industri, tahun pengamatan, dan ukuran sampel. Pengaruh EPS (Earning Per Share) Terhadap Harga Saham Dikutip dari penelitian Sartono (2016) menyatakan bahwa EPS adalah indikator utama untuk investor dalam menilai kinerja dan nilai perusahaan. Berdasarkan pernyataan tersebut didapatkan bahwa nilai EPS yang terdapat di regresi linear berganda menunjukan setiap kenaikan 1 satuan EPS, harga saham diperkirakan turun sebesar 0,0000000399 poin, jika variabel lain tetapkarena angka ini sangat kecil (mendekati nol), kemungkinan satuan EPS dalam dataset sangat besar, sehingga perlu disesuaikan (misalnya dibagi 1000 atau 1 juta). Nilai signifikansi yang dihasilkan sebesar 0,015 maka EPS berpengaruh signifikan secara statistik terhadap harga saham. artinya, meskipun secara praktis koefisiennya kecil (karena satuan), EPS tetap menjadi prediktor signifikan dalam model. Dan koefisien beta yang dihasilkan sebesar -0,490 menunjukkan bahwa EPS adalah variabel yang paling berpengaruh dalam model. Untuk analisis dalam 6 konteks perusahaan yang sudah didata EPS adalah satu-satunya variabel dalam model yang signifikan secara parsial. Meskipun arah hubungan negatif, hal ini mungkin disebabkan oleh perbedaan skala data EPS (sangat besar → membuat koefisien B terlihat negatif dan kecil) dan kemungkinan outlier atau perbedaan kebijakan dividen/laba di antara 6 perusahaan. EPS umumnya dianggap sebagai indicator utama profitabilitas, sehingga secara teori dan empiris memang memengaruh ihargasa ham. Dilanjutkan dengan penelitian dari Rahmawati dan Handayani di (2019) EPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan sector manufaktur. Semakin tinggi EPS, semakin besar kepercayaan investor terhadap potensi return. Yuliana (2021) EPS merupakan factor dominan dalam menentukan nilai pasar saham karena menunjukkan lababersih per lembar saham yang akan diperoleh pemegang saham. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda serta pengujian asumsi klasik dan uji signifikansi terhadap pengaruh rasio keuangan (Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Return on Assets, dan Earning Per Share) terhadap harga saham pada enam perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1.Model regresi layak digunakan dalam penelitian ini karena telah memenuhi asumsi klasik, yaitu data distribusi normal, tidak terjadi multikolineritas, heteroskedastinitas, maupun autokorelasi. 2.Secara simultan (bersama-sama) variabel CR, DER, ROA, dan EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dibuktikan dengan nilai signifikan uji F sebesar 0,050. Meskipun signifikan, pengaruhnya tergolong lemah secara statistik. 3.Secara parsial, hanya Earning Per Share (EPS) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham, dengan nilai signifikan sebesar 0,015 (P0,05). Artinya EPS merupakan satu-satunya rasio keuangan dalam model yang secara sistematik terbukti memengaruhi harga saham pada sampel perusahaan yang dianalisis. 4.Current Ratio (CR) Debt to Equity Ratio (DER), dan Return On Assets (ROA) tidak memiliki pengaruh signifikan secara individual terhadap harga saham, dengan nilai signifikan masing-masing di atas 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga rasio tersebut belum cukup mampu menjelaskan variasi harga saham secara parsial.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Harga Saham, Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, dan Earning Per Share
Subjects: Economic > Accounting
Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Akuntansi
Depositing User: Steven B. R. Waang
Date Deposited: 05 Feb 2026 03:36
Last Modified: 05 Feb 2026 03:36
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/5998

Actions (login required)

View Item View Item