PERTANIAN BAWANG MERAH: SUATU KAJIAN EKOTEOLOGI TERHADAP PERAN GEREJA DALAM MENGATASI KERUSAKAN TANAH DI WILAYAH JEMAAT GMIT EBENHAEZER RARANO, KLASIS ROTE TIMUR

LETTE, Melfi Felindri (2025) PERTANIAN BAWANG MERAH: SUATU KAJIAN EKOTEOLOGI TERHADAP PERAN GEREJA DALAM MENGATASI KERUSAKAN TANAH DI WILAYAH JEMAAT GMIT EBENHAEZER RARANO, KLASIS ROTE TIMUR. Other thesis, Artha Wacana Christian University.

[img]
Preview
Text
1.COVER,PENGESAHAN DLL.pdf

Download (184kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2.ABSTRAK.pdf

Download (66kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (94kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (187kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (141kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (190kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (170kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB VI.pdf

Download (76kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (83kB) | Preview

Abstract

Kerusakan lahan yang terjadi akibat penggunaan pestisida secara berlebihan dalam budidaya bawang merah menjadi persoalan serius di Jemaat GMIT Ebenhaezer Rarano, Klasis Rote Timur. Penggunaan zat kimia secara intensif berdampak pada penurunan kualitas tanah, menurunnya tingkat kesuburan, serta terganggunya ekosistem lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari penggunaan pestisida terhadap kondisi tanah serta menggali peran gereja dalam menghadapi persoalan tersebut melalui pendekatan ekoteologi. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan petani dan tokoh gereja, observasi lapangan, serta studi pustaka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani menyadari dampak negatif dari pestisida terhadap tanah, namun tetap mengandalkannya untuk hasil panen yang cepat dan tinggi. Sementara itu, Gereja GMIT Ebenhaezer Rarano telah memberikan edukasi melalui khotbah, aksi tanam pohon, dan pembersihan lingkungan, tetapi belum terlibat secara langsung dalam pendampingan teknis menuju praktik pertanian berkelanjutan karena belum memiliki pendekatan ekoteologi tanah yang memadai. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan pendekatan ekoteologi tanah bagi gereja dan petani di jemaat tersebut, yakni dengan memahami tanah sebagai bagian dari ciptaan Allah yang hidup, yang harus dirawat sebagai bentuk tanggung jawab iman. Dalam hal ini, tanah dipandang sebagai agen kehidupan, sementara petani adalah mitra dalam karya ilahi. Gereja perlu menjalankan peran aktif sebagai agen transformasi melalui integrasi pengajaran ekoteologis dan pendampingan teknis dalam pertanian ramah lingkungan sebagai wujud kesetiaan iman terhadap ciptaan Tuhan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Ekoteologi, kerusakan tanah, pertanian bawang merah, peran gereja.
Subjects: Theology > Christian Theology
Divisions: Pascasarjana > Magister > Teologi
Depositing User: Mrs Inna Kolo Ratu
Date Deposited: 08 Jan 2026 03:15
Last Modified: 08 Jan 2026 03:15
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/5952

Actions (login required)

View Item View Item